Kabar Kelautan


Kenali Jenis Angin di Palabuhan Ratu dan Penyebabnya

2022-12-22 09:21:46

Angin adalah pergerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi menuju daerah yang memiliki tekanan rendah. Arah dan kecepatan angin dipengaruhi oleh gaya yang dihasilkan bumi, salah satunya adalah gaya gradien tekanan. Gambar tersebut adalah rata-rata kecepatan angin bulanan selama 10 tahun yang dilakukan pada pengamatan pukul 06.00 WIB pada daerah Palabuhanratu dengan mengambil salah satu bulan yang mewakili dua musim angin, yaitu musim barat dan musim timur.

Terlihat jelas pada gambar bahwa angin musim barat bergerak menuju barat dengan rata-rata kecepatan angin berkisar antara 6.0 m/s - 7.2 m/s untuk daerah perairan sedangkan kecepatan angin di daerah daratan berkisar antara 1.2 m/s - 2.4 m/s. Berbeda dengan angin musim barat, pada musim timur angin bergerak menuju timur dengan rata-rata kecepatan angin di daerah perairan berkisar antara 7.8 m/s - 9.0 m/s sedangkan di daerah daratan berkisar antara 2.4 m/s - 3.6 m/s. 

Terjadinya angin musim barat disebabkan karena gerak semu tahunan matahari. Ketika musim barat ini terjadinya matahari berada du belahan bumi selatan yang menyebabkan Benua Australia mengalami suhu tinggi dan tekanan rendah sehingga angin bergerak dari Benua Asia ke Benua Australia. Semakin tinggi beda tekanan antara Benua Australia dan Benua Asia maka kecepatan angin akan semakin meningkat. Peristiwa tersebut yang menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan.

Hal yang berbeda terjadi pada angin musim timur. Ketika terjadinya musim timur maka matahari berada di belahan bumi utara sehingga Benua Australia sedang mengalami suhu rendah dan tekanan tinggi yang akan menyebabkan angin bergerak dari Benua Australia ke Benua Asia. Angin musim timur ini yang menyebabkan Indonesia mengalami musim kemarau.

Perbedaan kedua jenis angin tersebut memberikan pengaruh kepada perairan Palabuhanratu, salah satunya adalah arus permukaan. Ketika musim timur, kecepatan angin di Palabuhanratu tinggi karena belahan bumi selatan sedang mengalami tekanan tinggi juga. Hal tersebut yang menyebabkan arus permukaan di Palabuhanratu semakin kencang dan mengarah ke utara. Sedangkan ketika terjadinya musim barat kecepatan angin di Palabuhanratu rendah dikarenakan belahan bumi selatan mengalai tekanan rendah sehingga arus permukaan di Palabuhanratu semakin lemah dan mengarah ke selatan.