Data Lapang - Riset

Akses Data Lapang Kelautan Menjadi Lebih Terjangkau
  • Memuat visualisasi data lapang dari berbagai lokasi di Indonesia yang diperoleh dari berbagai sumber dan perangkat. Sebagai langkah awal, data yang tersedia diperoleh melalui perangkat Automatic Weather Station (AWS). Perangkat ini telah terpasang di stasiun terkait dan berfungsi untuk mengukur dan melakukan pencatatan parameter kelautan di lapang. Dalam perkembangannya, laman ini akan diisi oleh berbagai data dari berbagai sumber.

    List Stasiun:

    Pulau Tidung, Kepulauan Seribu

    Pulau Tidung merupakan salah satu pulau dari gugusan pulau di Kepulauan Seribu yang termasuk ke DKI Jakarta serta berada di perairan Laut Jawa khususnya bagian Utara. Laut Utara Jawa berada diantara Benua Asia dan Australia sehingga karakteristiknya dipengaruhi oleh sistem angin muson yang terjadi. Kepulauan seribu terdiri atas pulau-pulau kecil yang memiliki keindahan ekosistem laut yang luar biasa. Ekosistem yang dapat ditemukan yakni ekosistem mangrove, lamun, serta terumbu karang. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatatidung

    PPS Bungus, Sumatra Barat

    Stasiun Sumatra Barat tepatnya di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Bungus bertepatan langsung dengan Teluk Bungus. PPS ini merupakan salah satu PPS sentra perikanan khususnya ikan tuna di Sumatra. Karakteristik di perairan Teluk Bungus yang perairan yang lebih tertutup umumnya dipengaruhi oleh pasang surut, angin dan pengaruh dari daratan. Sementara perairan terbuka yang berhubungan langsung dengan Samudra Hindia, karakteristiknya dipengaruhi oleh sirkulasi besar seperti Indian Ocean Dipole (IOD). Komoditas kelautan dari stasiun ini yakni perikanan tangkap khususnya tuna karena menjadi salah satu wilayah yang dilewati tuna dalam melakukan ruaya/migrasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatappsbungus

    PPN Palabuhanratu

    PPN Palabuhanratu berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat. Perairan di PPN Palabuhanratu bertepatan langsung dengan Teluk Palabuhanratu dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Karakteristik Perairan Palabuhanratu bagian teluk yang lebih tertutup dipengaruhi oleh dinamika pasang surut, angin dan pengaruh dari daratan. Sementara karakteristik di laut lepas dipengaruhi oleh sirkulasi-sirkulasi besar yang terjadi di Samudra Hindia seperti Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), Indian Ocean Dipole (IOD) dan El Niño–Southern Oscillation (ENSO). Selain itu posisi Perairan Palabuhanratu berada diantara Benua Asia dan Australia sehingga membuat perairan ini dipengaruhi sistem angin muson yang terjadi. Perairan Palabuhanratu memiliki komoditas perikanan tangkap yang melimpah khususnya ikan tuna, ikan tongkol dan ikan cakalang. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatapelabuhanratu

    Brebes

    Stasiun ini berada di Jawa Tengah dan berhubungan langsung dengan Laut Jawa. Laut Utara Jawa berada diantara Benua Asia dan Australia sehingga sangat dipengaruhi oleh sistem angin muson yang terjadi. Komoditas unggulan di stasiun ini adalah perikanan tangkap, sementara ekosistem yang berada di stasiun ini yakni ekosistem mangrove. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatabrebes

    Bali (Jembrana)

    Stasiun ini bertepatan di Bali dengan Perairan Bali yang berhubungan langsung dengan Samudra Hindia dan Laut Bali. Karakteristik perairan ini dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) karena merupakan salah satu jalur masuk ARLINDO dari Selat Makassar menuju Selat Lombok. Bali menjadi salah satu destinasi wisata karena keindahan ekosistemnya. Ekosistem yang ada yakni terumbu karang, mangrove, dan lamun, sementara komoditas perikanan yang melimpah salah satunya adalah ikan kerapu. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatajembrana

    Tolitoli

    Stasiun Tolitoli berada di Sulawesi Tengah dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Karakteristik perairan ini dipengaruhi oleh Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) karena merupakan salah satu jalur masuk ARLINDO dari Laut Sulawesi menuju Selat Makassar. Stasiun ini juga menjadi destinasi wisata karena keindahan ekosistemnya. Ekosistem yang terdapat pada stasiun ini yaitu ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang, serta komoditas budidaya yang paling unggul yakni ikan kerapu dan rumput laut. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui link ini : https://ipb.link/metadatatolitoli