Kabar Kelautan


Pengaruh Interkoneksi Parameter Angin dan Arus pada Perairan Teluk Palabuhnratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

2022-12-21 23:41:19

Laut merupakan salah satu objek kajian dalam lingkup ruang hidrosfer. Ada banyak aspek yang dapat dikaji mengenai laut, salah satunya adalah arus laut. Arus laut biasanya terjadi di permukaan dan di bawah permukaan laut. Bagi nelayan, arus laut memiliki peran penting karena dapat menentukan arah pelayaran. Dalam KBBI sendiri, definisi arus adalah gerak air yang mengalir atau aliran

Salah satu faktor utama penggerak arus adalah angin. Semakin cepat angin berhembus, maka semakin besar pula gaya gesekan yang terjadi di permukaan laut. Salah satu jenis angin yang dapat menimbulkan arus laut adalah angin muson. Angin muson atau angin musim adalah angin yang bertiup atau berhembus dalam periode tertentu. Arah angin akan berganti setiap setengah tahun sekali. Pada setengah tahun pertama, angin yang berhembus adalah angin kering dari Benua Australia yang lebih kering. Sedangkan setengah tahun terakhir akan berhembus angin yang menyebabkan musim penghujan dari Benua Asia.

Untuk lebih lanjut memahami mengenai angin muson, mari kita lihat visualisasi data berikut

Visualisasi data tersebut diperoleh dari kecepatan angin dan arus bulanan selama 10 tahun pengamatan pada pukul 06.00 WIB di perairan Teluk Palabuhanratu. dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa terjadi perbedaan arah angin dan arus antara musim barat dan musim timur. Hal ini dikarenakan pada musim timur, matahari berada pada belahan Bumi bagian utara, terutama bagian Asia yang banyak menerima pemanasan matahari maka suhu udara pada Benua Australia lebih rendah daripada Benua Asia, hal ini mengakibatkan tekanan di Benua Australia lebih tinggi. Karena angin bertiup dari tekanan tinggi menuju rendah, maka angin dari Benua Australia yang bersifat kering berhembus menuju Indonesia dan mengakibatkan musim kemarau. Arus pun juga bergerak dari Timur mengikuti arah angin. Sementera pada musim barat, matahari berada pada bumi bagian selatan. Sehingga Benua Australia menerima lebih banyak panas matahari. Hal ini mengakibatkan suhu akan lebih tinggi dengan tekanan udara rendah, sedangkan suhu di dataran Asia rendah menghasilkan tekanan udara yang lebih tinggi. Angin yang berhembus dari Barat melewati Samudera Hindia mengangkut banyak uar air sehingga menimbulkan musim penghujan di Indonesia